SYARAT TERKABULNYA DO’A
Do’a kita akan dikabulkan oleh Allah, apabila kita mau memenuhi beberapa syarat sebagai berikut:
A.Ikhlas Karena Allah.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah
SWT.:
وَآنَّ لْمَسَاجِدَ لِلُهِ فَلَا تَدْعُوا مَعَ
اللهِ اَحَدًا ،
“WA ANNAL MASAAJIDA LIL LAAHI FALAA
TAD’UU MA’AL LAAHI AHADAN.”
Artinya:
“Dan bahwasanya masjid-masjid itu milik Allah, maka janganlah kamu berdo’a kepada seorang jua pun di dalamnya di samping berdo’a kepada Allah.” (Surat Al-Jin ayat 18)

Berdo’a kepada Allah hendaknya keluar dari lubuk hati yang ikhlas semata karena-Nya, sebab Dia lah semata Pengabul permohonan hamba-Nya. Dari
itu janganlah kita berdo’a kepada seorang jua pun di samping berdo’a kepada-Nya

B.Tidak Terburu-buru.
Sebagaimana tersebut dalam sabda Rasulullah
SAW.:
يُسْتَجَابٌ لِأَحَدِكُمْ مَالَمَ يَعَجَلْ
يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبَ لِي
“YUSTAJAABU LI AHADIKUM MAA LAM
YA’JAL. YAQUULU: DA’AUTU FA LAM
YUSTAJABLII.”
Artinya:
“Dikabulkan do’a salah seorang di antara
kamu, selama tidak terburu-buru. Dia berkata: “Aku sudah berdo’a, tetapi belum juga (Diriwayatkan oleh Muslim)
dikabulkan.”

Allah mengabulkan permohonan hamba-Nya,
selama si hamba itu tidak terburu-buru seraya mengeluarkan kata-kata keluhan:
“Aku sudah berdo’a, tetapi belum juga aku dikabulkan oleh-Nya.”
Karena yang demikian itu, seakan-akan memaksakan kehendak Allah.

Padahal Allah sangat senang sekali mendengar rintihan-rintihan hamba-Nya untuk Memohon’sesuatu kepada-Nya. Karenanya, Dia berfirman dalam hadits Qudsie:
“Tidak segera Ku kabulkan permohonan hamba-Ku, sebab Aku senang mendengarkan rintihannya kepada-Ku.”

C.Berdoa Tidak Untuk Dosa
Sebagaimana tersebut dalam sabda Rasulullah SAW:
لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَالَمْ يَدْعُ
بِاِشِمِ اَوْقَطِيْعَةِ رَحْمِ .

“LAAYAZAALUYUSTAJAABU LIL ‘ABDIMAA
LAM YAD’U BI ITSMIN AU QATHII ‘ATI
RAHMIN.
Artinya:
“Senantiasa dikabulkan do’a seorang hamba selama ia berdo’a tidak untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan.”(Diriwayatkan oleh Muslim dan Tirmidzi)
Berdo’apun boleh-boleh saja, dan Allah sanggup mengabulkan doa’nya asal tidak berdo’a untuk dosa atau memutuskan kekeluargaan.

D. Penuh Keyakinan.
Sebagaimana tersebut dalam sabda Rasulullah
SAW.:
اَدْعُوا اللهَ وَانتُمْمُوْقِيُونَ بِالْإِجَابَةِ
وَاعَلَمُوا آنَّ اللهُ لَايَستَّجِيْبُ دُعَاءً
مِنْ قَلْبٍ عَافِلٍ لَاهِ

“UD’UL LAAHA WA ANTUM MUUQINUUNA
BIL IJAABATI WA’LAMUU ANNAL LAAHA
LAA YASTAJIIBU DU’AA-AN MIN QALBIN
GHAAFILIN LAAHIN.”
Artinya:
“Berdo’alah kamu kepada Allah dengan penuh keyakinan bahwa do’amu pasti akan dikabulkan. Ketahuilah olehmu,bahwasanya Allah tidak akan mengambulkan do’a yang keluar dari lubuk hati yang lupa lagi lalai.”
(Diriwayatkan oleh Tirmidzi)

Berdo’a kepada Allah hendaknya jangan diliputi dengan hati yang ragu, seraya berkata dalam hati: “Dikabulkan atau tidak do’aku nanti.” Tetapi berdo’alah dengan penuh keyakinan, bahwa Allah pasti akan mengabulkan do’a kita.
Di samping itu hendaknya mengetahui dan memahami makna do’a yang dipanjatkannya itu, serta senantiasa ingat dengan siapa ia berhadapan? Sebab,Allah tidak akan menerima do’a seorang hamba yang sekedar hanya basa-basi.

E.Makan Dan Minumnya Harus Dari Yang
Halal.

Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT.
بَا يُّهَا الرُّسُلُ كُلُوَا مِنَ القَليْبَاتِ
وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي يمَا نَعْمَلُونَ خَبِيمُ

“YAA AYYUHAR RUSULU KULUU MINATH
THAYYIBAATI WA’MALUU SHAALIHAN INNI
BIMAA TA’MALUUNA KHABIIRUN.”

Artinya:
“Wahai para Rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal shaleh.Sesungguhnya Aku Maha Waspada terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(Surat Al-Mu’minun ayat 51)

Dan juga tersebut dalam firman-Nya yang lain:
نَا آيُّهَا الَّذِينَ أَمَنُوْا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ
مَا رَتَرْقنَاكُم

“YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU
KULUU MIN THAYYIBAATI MAA RAZAQ-
NAAKUM.”
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman, makanlah dari yang baik-baik apa yang telah Kami rizqikan kepadamu.”
(Surat Al-Baqarah ayat 172)

Bila kita berdo’a kepada Allah, maka makanan dan minumannya serta pakaian yang kita sandang harus bersumber dari barang-barang halal. Sebab bila tidak, maka akan mengundang kegagalan alias tidak akan dikabulkan oleh Allah Dalam hal ini telah dijelaskan oleh Rasulullah
SAW.: Bahwa ada seorang lelaki yang sedang dalam perjalanan jauh. Dimana rambutnya kusut terurai dan berdebu. Orang tersebut menengadahkan kedua tangannya tinggi-tinggi ke langit seraya berdo’a: “Wahai Tuhanku wahai Tuhanku,” tetapi makanan dan minuman serta pakaian orang tersebut bersumber dari barang-barang yang haram. Begitupun dia memberi makan kepada keluarganya dari makanan yang haram pula, maka bagaimana do’anya akan dikabulkan oleh Allah?.”
(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)

F. Bertaqwa Kepada Allah.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah
SWT.:
إِنَّمَا يَتَقَبَّلُ اللهُ مِنَ الْمُتَّقِينَ
“INNAMAA YATAQOBBALUL LAAHU MI
NAL MUTTAQIINA.”
Artinya:
“Bahwasanya Allah menerima (do’a) orang -orang yang bertaqwa.”
(Surat Al-Maidah ayat 27)

Bila ayat tersebut kita amati, maka taqwa adalah merupakan kunci dari segala keberhasilan, di samping keberhasilan suatu do’a.

G.Dengan Rendah Hati Dan Suara Lembut.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah SWT.:
أُدُعُوا رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفَيَةً
إِنَّهُ لَايجِبُ المُعْتَدِينَ .

“UD’UU RABBAKUM TADHARRU’AN WA
KHUFYATAN INNAHU LAA YUHIBBUL MU’-
TADIINA.”
Artinya:
“Berdo’alah kamu kepada Tuhanmu dengan rendah hati dan suara lembut. Sesungguhnya Dia tidak suka kepada orang-orang yang melampaui batas.”
(Surat Al-A’raf ayat 55)

Berdo’a kepada Allah hendaklah bersikap rendah hati dengan suara yang lembut, tidak harus dengan suara lantang yang memekakkan telinga. Dalam hal ini Rasulullah SAW. telah menjelaskan ketika para sahabat bertakbir dengan suara keras,sewaktu memasuki kota Madinah. Beliau bersabda:
“Hai manusia, sesungguhnya Dzat yang kamu seru itu tidak tuli dan tidak jauh. Sesungguhnya Dia berada di antara kamu dan di antara leher-leher kendaraan
kamu.”

(Diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim)
Selanjutnya Rasulullah SAW. bersabda:
سَبَكُونُ قَوْمٌ يَعْتَدُونَ فِي الدُّعَاءِ.

“SAYAKUUNU QAUMUN YA’TADUUNA FID
DU’AA-I.”
Artinya:
“Akan datang suatu kaum yang melampaui batas di dalam berdo’a.”
(Diriwayatkan Abu Daud, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban)

H. Sabar Dan Shalat.
Sebagaimana tersebut dalam firman Allah
SWT.:
يَا آيْهَا الَّذِيْنَ أُمَنُوْا إِسْتَعِيْتُ
وَالصَّلوُةِ إِنَّ اللّهَمَعَ
“YAA AYYUHAL LADZIINA AAMANUU
ISTA’IINUU BISH SHABRI WASH SHALAATI
INNAL LAAHA MA’ASH SHAABIRIINA.”

Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, minta tolonglah kamu (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.”
(Surat Al-Baqarah ayat 153)

Dalam firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala diatas telah dijelaskan, bahwa dengan bersikap sabar dan shalat bagi orang yang berdo’a kepada Allah,maka dapat dipastikan do’anya akan dikabulkan.
Karena dengan shalat, berarti dirinya telah dekat dengan Allah. Begitupun dengan sabar, berarti telah sabar menunggu datangnya pengabulan do’anya.
Demikianlah di antara syarat terkabulnya suatu do’a. Dimana dari beberapa syarat tersebut hendaklah diperhatikan demi mengharapkan pengabulan do’a kita kepada Allah.

Dilarang Keras Copy Paste ,Untuk Copy Paste Harap Cantumkan Sumber
Asroful Huda » Syarat Terkabulnya Doa

Leave a Reply