WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB

A.WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB
Menurut sumber dari beberapa hadits yang telah kami ketahui, ada beberapa waktu yang mustajab untuk berdo’a. Adapun waktu-waktu yang mustajab itu antara lain:
a. Pada waktu adzan dikumandangkan.
b. Pada waktu antara adzan dan iqomat.
c. Pada waktu sesudah shalat lima waktu.
d. Pada waktu tengah malam yang sunyi.
e. Pada waktu sepertiga malam yang akhir.
f. Pada waktu hari Jum’at dan malamnya.
g. Pada waktu matahari condong sedikit ke barat,
h. Pada waktu hari ‘Arafah.
i. Pada waktu pertengahan bulan Sya’ban.
j. Pada waktu malam ‘Idul Fitri dan Adha.
k. Pada waktu bulan Ramadhan.
l. Pada waktu perang membela agama Allah.
m. Pada waktu Khatmul Qur’an 30 Juz.
n. Pada waktu hujan turun.
0. Pada waktu mendung gelap dan, angin kencang.
p. Pada waktu terharu air mata keluar.
q. Pada waktu bersin.
r. Pada waktu membaca surat Ar Rahman setelah membaca: “KULLUMAN ‘ALAIHAA FAA-
NIN.”

s. Pada waktu ruku’ dan sujud.
t. Pada waktu berdzikir bersama.
u. Pada waktu melihat orang-orang lupa kepada Allah.

Demikian di antara waktu-waktu yang mustajab untuk berdo’a, dan sebaiknya pada waktu-waktu tersebut kita gunakan kesempatan di dalam berdo’a kepada Allah. Karena berdo’a pada waktu-waktu
tersebut dapat dipastikan do’a kita akan terkabul.

B.TEMPAT-TEMPAT YANG
MUSTAJAB

Demikian juga, menurut sumber dari beberapahadits yang telah kami ketahui, ada beberapa tempat yang mustajab untuk berdo’a. Adapun tempat-tempat yang mustajab itu antara lain :
a. Di dalam Ka’bah.
b. Dibawah pancuran emas Ka’bah.
c. Di pojok Hajar Aswad.
d. Di Hijir Isma’il.
e. Di SumurZam-zam.
f. Di Musdalifah (11 km arah timur Makkah)..
g. Di Shofa (tempat berakhirnya sa’ie).
h. Di Marwah (tempat berakhirnya sa’ie).
i. Di Tugu Ula Mina (5 km arah timur Makkah).
j. Di Tugu Wustho Mina.
k. Di Tugu ‘Aqabah Mina.
l. Di Padang ‘Arafah (22 km arah timur Makkah).
m. Di Masy’aril Haram (5 km arah timur Mina).
n. Di Masjid Nabawi Madinah.
o. Di Majlis Dzikir mengingat Allah.

Demikian di antara tempat-tempat yang
mustajab untuk berdo’a, dan sebaiknya pada tempat-tempat tersebut kita gunakan kesempatan berdo’a kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Karena bila kita berdo’a pada tempat-tempat tersebut dapat dipastikan do’a kita akan terkabul.

C. ORANG-ORANG YANG DO’ANYA
TERKABUL

Juga menurut sumber dari beberapa hadits yang telah kami ketahui pula, ada beberapa orang yang dijamin oleh Allah do’anya akan dikabulkan. Adapun orang-orang yang do’anya dikabulkan itu antara lain:
a. Orang yang teraniaya walaupun dia kafir.
b. Orang yang berdo’a untuk saudara di kejauhan.
c. Orang yang sedang berpuasa.
d. Orang yang sakit sampai datang kesembuhan.
e. Orang yang terkena cobaan dari Allah.
f. Orang yang sedang dalam bepergian (tidak maksiat).
g. Orang yang sedang melaksanakan ibadah haji
h. Orang yang berperang di jalan Allah.
i. Orang yang lanjut usia, yang selalu ta’at.
j. Orang yang membantu orang yang yang sedang kesulitan.
k. Orang yang disantuni kepada yang menyantuni.
l. Orang yang senantiasa berdzikir kepada Allah.
m. Orang yang banyak berjasa terhadap masyarakat
n. Orang yang membiasakan berdo’a di waktu senang.
o. Anak terhadap orang tuanya.
p. Orang tua terhadap anaknya.
q. Pemimpin yang adil dan bijaksana.
r. Segolongan orang-orang yang sholeh.

Demikianlah di antara orang-orang yang do’anya pasti dikabulkan oleh Allah Subhanahu Wa Tala,menurut sumber dari beberapa hadits yang telah kami
ketahui.

D. SEBAB-SEBABNYA DO’A
TERTOLAK

Untuk mengetahui sebabnya do’a tertolak,
maka sebaiknya kita bawakan di sini sebuah cerita menarik tentang keadaan orang-orang Basrah yang do’anya tidak kunjung terkabul.Adapun ceritanya adalah sebagai berikut:

Dahulu pada abad ke 8 Masehi, hiduplah seorang Ulama Sufie yang terkenal sangat alim. Lantaran saking alimnya, hingga banyak ucapannya yang mengandung mutiara hikmat.

Pada suatu hari, beliau berkunjung ke negeri Basrah dan setibanya di sana beliau mendapat pertanyaan dari sebagian besar penduduk negeri tersebut perihal sebab do’anya tidak kunjung terkabul.
Ibrahim bin Adham memberikan penjelasan,
bahwa do’a tidak kunjung terkabul itu ada sepuluh.

Berikut ini macam sebab:
1. Kamu akui mengenal Allah, namun hak-Nya tidak kamu penuhi. Maksudnya setiap nikmat yang diberikan kepadamu kamu tidak mau mensyukurinya, bahkan kamu ingkari adanya dan kamu lupakan Dia.

2.Kamu baca Al-Qur’an berulang kali, namun isi yang terkandung di dalamnya tidak kamu amalkan. Maksudnya, Al-Qur’an hanya untuk bacaan belaka, dibuat hiasan di rumah dan untuk dilombakan enak-enakan lagu. Tetapi isinya tidak dipelajari untuk diterapkan di dalam kehidupannya.

3.Kamu akui cinta Rasulullah SAW. namun nase

Demikian sebab sebab Doanya Tertolak ,Semoga bermanfaat buat anda

Dilarang Keras Copy Paste ,Untuk Copy Paste Harap Cantumkan Sumber
Asroful Huda » WAKTU-WAKTU YANG MUSTAJAB

Leave a Reply